Kamis, 25 Juli 2013

Arkil (artikel gokil)



“PAKU”

Assalamualaikum Wr.Wb.

Hay sobat-sobat kali ini aye mo ngebahas tentang “paku”!!!
Eiiiiits. . . . jangan salah sangka dulu, ini paku bukan sembarang paku. Tapi, paku ini sangat LUAAAR BINASAAAAA____!!!! (Dilarang protes ! ,karena penyakit alay kini telah merajalela):-D
Ini paku bukan paku yang buat bangunan loch . . . .
BUT, PAKU adalah “PRO ATAU KONTRA UNAS”.

UNAS !!!! @_)”??
Hmm . . ..  apa yang pertama kali sobat fikirkan jika mendengar kata yang indah ini ?? Grogi ?? Takut ?? Atau malah gembira ?? pasti salah satu sobat-sobat ada yang bilang begini ketika mendengar kata UNAS Bekicot . . . . Ech kliru, cekidot :
-        Ya Ampuuun ???
-        OMG !!
-        Waduuch !!#@
-        Mati lach kaw !
-        Woooow medhenii ?
-        Panganan opo UNAS _ !??
Heheheh . . . Hihihi . . .
Bagi kita yang sudah merdeka dari “UNAS” (cz kalian kan gagh ono UNAS rex ?)
Mungkin hanya bisa bilang “RaASaAknoo00OO!)
Ya gaAgh ?? bener Doonk ?? (Yoo . . . terutama seng ghuyu-ghuyu kui ketoro )
Gak-gak rex ghuyon tok, Gak apik neniki . . . .

Ok ! kembali ke laptop !
UN penuh dengan kontroversi ! ada yang pro maka ada pula yang kontra . . . .
Wuiiiish . . . serius titik rex ? 
Naach . . . pertama kita meluncur ke pro terlebih dahulu, suara pro datang dari pemerintah + orang- orang tertentu yang sependapat dengan pola pikir pemerintah . Argumen yang sering di kemukakan begini : “UN diperlukan sebagai alat untuk mengukur kualitas pendidikan secara nasional sekaligus standarisasi pendidikan . tanda UN sulit memetakan kualitas pendidikan di indonesia”
Kata mereka sih gituuuu  . . . . .????
Sementara ibu suara si kontra datang dari praktisi dan pakar pendidikan. Dengan kata lain, penolakan terhadap UN dilakukan oleh pihak yang mengalami dan mengelola langsung proses pendidikan di sekolah dan pihak yang secara teoritis & akademik banyak memahamai permasalahan pendidikan. (Ambekan sek rex) huft . . . .
            Argumen yang sering ditemukan adalah kebijakan UN tidak senafas dengan ruh pendidikan
               Ø  UN >< otonomi pendidikan
UN menyalahi hakikat pendidikan yang seharusnya menghargai semua potensi anak, bukan sekedar aspek kognitif yang diangkatkan. UN menghilangkan makna belajar 3 tahun. Hanya dengan 12 jam untuk siswa SMA/SMK/MA, 8 jam untuk siswa SMP/MTS .
Yang bener aja . . . ???
            Dapat di simpulkan bahwa yang paling ditolak dari UN adalah pemosisiannya sebagai salah satu syarat lulus dari sekolah. Bukan UN sebagai sebuah proses ujian Evaluasi
            Pemerintah seharusnya lebih peka terhadap psikis siswa, guru, & sekolah. Bayangkan saja UN yang hanya 8-12 jam, menjadi penentu kelulusan setelah belajar 3 tahun
HANYA BEBERAPA JAM UNTUK PENENTUAN MASA DEPAN !!!
            Emmm. Kalian sendiri bagaimana sobat ???
Termasuk si pro apa si kontra ??? yaaaa . . . .
Lak tak delok ko’ potongane rex-rex sih podho milih si kontra , , , ,heheee ( sotoy....!!)tapi gpp lah rex seng penting mileh , , timbang gagh mileh alias Golput ?
Asal kalian tahu ya . . . para Golput !!!
“GOLPUT ITU KAGAGH IMUT !!!” hahahah . . .

            Wez rex kesel nulis aku , , , sakdurunge sepurane zo rex boso qw zo neniki, boso kejawen, ape gae bahasa arab wedi sombong ?? xixixixi

            Wassalamualaikum Wr.Wb              

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template by Clairvo Yance
Copyright © 2012 rAuTaN peNsiL and Blogger Themes.