“PAKU”
Assalamualaikum Wr.Wb.
Hay sobat-sobat kali ini aye mo ngebahas tentang “paku”!!!
Eiiiiits. . . . jangan salah
sangka dulu, ini paku bukan sembarang paku. Tapi, paku ini sangat LUAAAR
BINASAAAAA____!!!! (Dilarang protes ! ,karena penyakit alay kini telah
merajalela):-D
Ini paku bukan paku yang buat bangunan
loch . . . .
BUT, PAKU adalah “PRO ATAU KONTRA
UNAS”.
UNAS !!!! @_)”??
Hmm . . .. apa yang pertama kali sobat fikirkan jika
mendengar kata yang indah ini ?? Grogi ?? Takut ?? Atau malah gembira ?? pasti
salah satu sobat-sobat ada yang bilang begini ketika mendengar kata UNAS Bekicot
. . . . Ech kliru, cekidot :
-
Ya Ampuuun ???
-
OMG !!
-
Waduuch !!#@
-
Mati lach kaw !
-
Woooow medhenii ?
-
Panganan opo UNAS _ !??
Heheheh . . . Hihihi . . .
Bagi kita yang sudah merdeka dari
“UNAS” (cz kalian kan gagh ono UNAS rex ?)
Mungkin hanya bisa bilang
“RaASaAknoo00OO!)
Ya gaAgh ?? bener Doonk ?? (Yoo .
. . terutama seng ghuyu-ghuyu kui ketoro )
Gak-gak rex ghuyon tok, Gak apik
neniki . . . .
Ok ! kembali ke laptop !
UN penuh dengan kontroversi ! ada
yang pro maka ada pula yang kontra . . . .
Wuiiiish . . . serius titik rex ?
Naach . . . pertama kita meluncur
ke pro terlebih dahulu, suara pro datang dari pemerintah + orang- orang
tertentu yang sependapat dengan pola pikir pemerintah . Argumen yang sering di
kemukakan begini : “UN diperlukan sebagai alat untuk mengukur kualitas
pendidikan secara nasional sekaligus standarisasi pendidikan . tanda UN sulit
memetakan kualitas pendidikan di indonesia”
Kata mereka sih gituuuu . . . . .????
Sementara ibu suara si kontra
datang dari praktisi dan pakar pendidikan. Dengan kata lain, penolakan terhadap
UN dilakukan oleh pihak yang mengalami dan mengelola langsung proses pendidikan
di sekolah dan pihak yang secara teoritis & akademik banyak memahamai
permasalahan pendidikan. (Ambekan sek rex) huft . . . .
Argumen
yang sering ditemukan adalah kebijakan UN tidak senafas dengan ruh pendidikan
Ø UN
>< otonomi pendidikan
UN menyalahi
hakikat pendidikan yang seharusnya menghargai semua potensi anak, bukan sekedar
aspek kognitif yang diangkatkan. UN menghilangkan makna belajar 3 tahun. Hanya
dengan 12 jam untuk siswa SMA/SMK/MA, 8 jam untuk siswa SMP/MTS .
Yang bener aja . . . ???
Dapat
di simpulkan bahwa yang paling ditolak dari UN adalah pemosisiannya sebagai
salah satu syarat lulus dari sekolah. Bukan UN sebagai sebuah proses ujian
Evaluasi
Pemerintah
seharusnya lebih peka terhadap psikis siswa, guru, & sekolah. Bayangkan
saja UN yang hanya 8-12 jam, menjadi penentu kelulusan setelah belajar 3 tahun
HANYA BEBERAPA JAM UNTUK
PENENTUAN MASA DEPAN !!!
Emmm.
Kalian sendiri bagaimana sobat ???
Termasuk si pro apa si kontra ???
yaaaa . . . .
Lak tak delok ko’ potongane
rex-rex sih podho milih si kontra , , , ,heheee ( sotoy....!!)tapi gpp lah rex
seng penting mileh , , timbang gagh mileh alias Golput ?
Asal kalian tahu ya . . . para
Golput !!!
“GOLPUT ITU KAGAGH IMUT !!!” hahahah
. . .
Wez
rex kesel nulis aku , , , sakdurunge sepurane zo rex boso qw zo neniki, boso kejawen, ape gae bahasa arab wedi sombong ?? xixixixi
Wassalamualaikum
Wr.Wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar