Jumat, 12 Juli 2013

APAKAH INDONESIA SUDAH MERDEKA?

Bismillahirrohmaanirrohiim
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
KEMERDEKAAN YANG HAKIKATNYA SEJATI
Indonesia sudah “merdeka” (KATANYA?). hakikatnya, apakah merdeka yang sesungguhnya sudah terealisasikan di Negara tercinta kita ini?
Orang bilang , Indonesia sudah merdeka dari penjajah. Kenyataannya, dalam berbagai bidang Indonesia belum mampu untuk memenuhi, menjalankan, dan memberikan yang terbaik bagi Negeri. Banyak masyarakat mengatakan (mengaku) cinta tanah air. Namun, lebih suka membeli produk luar negeri, lebih mencintai budaya luar negeri, lebih kagum terhadap luar negeri dan masih banyak lagi yang lainnya. Contoh kecil yang sedang merajai dunia kalangan anak muda sekarang ini, yakni musik K_POP. Sekarang ini banyak kalangan Pemuda pemudi yang mengagumi bahkan menggilai k_pop. Apakah itu hal yang wajar? Atau memang Indonesia kurang maju? Entahlah, pemikiran setiap orang pasti berbeda-beda.
Orang bilang , Indonesia sudah merdeka dari kemiskinan. Kenyataannya, masih banyak gepeng (gelandangan pengemis) yang semakin hari semakin banyak jumlahnya. Bahkan, banyak dari mereka yang sengaja berpura-pura menjadi orang yang terkesan sangat tidak berdaya walaupun sesungguhnya ia sanggup (untuk bekerja). Dari yang berpura-pura dengan dandanannya yang lusuh, kepalanya yang berdarah, tangannya yang patah, sampai kakinya yang buntung. Hal itu sudah menjadi budaya di Negara kita ini, khususnya di Ibukota. Sebabnya adalah tidak lain dan tidak bukan karena terdesaknya mereka oleh kebutuhan hidup. Bahkan sampai muncul pernyataan bahwa“Ibukota lebih kejam daripada ibu tiri” sungguh begitu beratkah problematika yang ada saat ini. Hal ini berbanding terbalik dengan kehidupan  para pejabat yang berlomba-lomba untuk meraup keuntungan dari uang rakyat. Apakah tidak cukup mereka melihat kesengsaraan hidup yang sudah dijalani oleh rakyat menengah kebawah? Apakah mereka sudah kehilangan rasa iba? Apakah mereka sudah kehilangan rasa manusiawi?  Kemana?  Kemanakah rasa itu? Yang terjadi saat ini yakni “Mereka makan enak,, si miskin kelaparan,, Mereka bermewah-mewah,, si miskin tergusur,, Mereka pesta pora,, si miskin menderita,, dan Mereka tertawa,, si miskin menangis,,” Semakin sesak, semakin terjepit oleh kebutuhan-kebutuhan setiap harinya, Sungguh berat kehidupan ini. lalu begitukah yang namanya merdeka? Begitukah yang namanya merdeka dari kemiskinan?
Orang bilang , Indonesia sudah merdeka dari kebodohan. Kenyataannya, banyak pejabat yang membodohi diri sendiri. Sidang paripurna dijadikan tempat tidur yang nyaman, kampanye dijadikan waktu yang tepat untuk obral janji, maling kecil ditangkap namun maling besar diamankan, yang jujur berarti salah yang bohong berarti benar, ada uang maka bebas tak ada uang maka dipenjara dan masih banyak lagi yang lainnya. Koruptor bisa jalan-jalan ke luar negeri dalam masa tahanan? Apakah itu hal yang biasa? apakah itu tidak keterlaluan? Padahal sudah jelas mereka tidak menggunakan uangnya sendiri melainkan menggunakan uang rakyat. Namun, di lain sisi rakyat bercucuran keringat untuk menghidupi keluarga. Pastilah dalam benak rakyat juga merasa dibodohi, namun tak mampu berbicara dan menunjukkannya. Karena rakyat kecil mampu apa? kami hanya rakyat yang tidak didengar jika tanpa adanya bantuan “uang”. Maka muncul sebuah pernyataan dalam fikiran “Jikalau pejabat membodohi diri sendiri bagaimana dengan rakyatnya?” Hal-hal semacam itu sudah menjadi hal yang biasa dalam Negara kita ini. Budaya bodoh-membodohi sudah marak dan sulit dikendalikan.
Apalah daya kita mengarungi hal tersebut tanpa tunduk dan patuh. Kini, di jaman modern ini “UANG TELAH BERBICARA”.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template by Clairvo Yance
Copyright © 2012 rAuTaN peNsiL and Blogger Themes.