Bismillahirrohmaanirrohiim
Assalamu’alaikum
Wr. Wb.
KEMERDEKAAN YANG HAKIKATNYA SEJATI
Indonesia sudah “merdeka”
(KATANYA?). hakikatnya, apakah merdeka yang sesungguhnya sudah terealisasikan
di Negara tercinta kita ini?
Orang bilang ,
Indonesia sudah merdeka dari penjajah. Kenyataannya, dalam berbagai bidang
Indonesia belum mampu untuk memenuhi, menjalankan, dan memberikan yang terbaik
bagi Negeri. Banyak masyarakat mengatakan (mengaku) cinta tanah air. Namun, lebih
suka membeli produk luar negeri, lebih mencintai budaya luar negeri, lebih
kagum terhadap luar negeri dan masih banyak lagi yang lainnya. Contoh kecil
yang sedang merajai dunia kalangan anak muda sekarang ini, yakni musik K_POP.
Sekarang ini banyak kalangan Pemuda pemudi yang mengagumi bahkan menggilai
k_pop. Apakah itu hal yang wajar? Atau memang Indonesia kurang maju? Entahlah,
pemikiran setiap orang pasti berbeda-beda.
Orang bilang
, Indonesia sudah merdeka dari kemiskinan. Kenyataannya, masih banyak gepeng
(gelandangan pengemis) yang semakin hari semakin banyak jumlahnya. Bahkan,
banyak dari mereka yang sengaja berpura-pura menjadi orang yang terkesan sangat
tidak berdaya walaupun sesungguhnya ia sanggup (untuk bekerja). Dari yang
berpura-pura dengan dandanannya yang lusuh, kepalanya yang berdarah, tangannya yang
patah, sampai kakinya yang buntung. Hal itu sudah menjadi budaya di Negara kita
ini, khususnya di Ibukota. Sebabnya adalah tidak lain dan tidak bukan karena
terdesaknya mereka oleh kebutuhan hidup. Bahkan sampai muncul pernyataan bahwa“Ibukota lebih kejam daripada ibu tiri” sungguh
begitu beratkah problematika yang ada saat ini. Hal ini berbanding terbalik
dengan kehidupan para pejabat yang
berlomba-lomba untuk meraup keuntungan dari uang rakyat. Apakah tidak cukup
mereka melihat kesengsaraan hidup yang sudah dijalani oleh rakyat menengah
kebawah? Apakah mereka sudah kehilangan rasa iba? Apakah mereka sudah
kehilangan rasa manusiawi? Kemana? Kemanakah rasa itu? Yang terjadi saat ini
yakni “Mereka makan enak,, si miskin kelaparan,, Mereka bermewah-mewah,, si
miskin tergusur,, Mereka pesta pora,, si miskin menderita,, dan Mereka
tertawa,, si miskin menangis,,” Semakin sesak, semakin terjepit oleh kebutuhan-kebutuhan
setiap harinya, Sungguh berat kehidupan ini. lalu begitukah yang namanya merdeka?
Begitukah yang namanya merdeka dari kemiskinan?
Orang bilang
, Indonesia sudah merdeka dari kebodohan. Kenyataannya, banyak pejabat yang membodohi
diri sendiri. Sidang paripurna dijadikan tempat tidur yang nyaman, kampanye
dijadikan waktu yang tepat untuk obral janji, maling kecil ditangkap namun
maling besar diamankan, yang jujur berarti salah yang bohong berarti benar, ada
uang maka bebas tak ada uang maka dipenjara dan masih banyak lagi yang lainnya.
Koruptor bisa jalan-jalan ke luar negeri dalam masa tahanan? Apakah itu hal
yang biasa? apakah itu tidak keterlaluan? Padahal sudah jelas mereka tidak
menggunakan uangnya sendiri melainkan menggunakan uang rakyat. Namun, di lain
sisi rakyat bercucuran keringat untuk menghidupi keluarga. Pastilah dalam benak
rakyat juga merasa dibodohi, namun tak mampu berbicara dan menunjukkannya.
Karena rakyat kecil mampu apa? kami hanya rakyat yang tidak didengar jika tanpa
adanya bantuan “uang”. Maka muncul sebuah pernyataan dalam fikiran “Jikalau
pejabat membodohi diri sendiri bagaimana dengan rakyatnya?” Hal-hal semacam itu
sudah menjadi hal yang biasa dalam Negara kita ini. Budaya bodoh-membodohi
sudah marak dan sulit dikendalikan.
Apalah daya kita mengarungi hal
tersebut tanpa tunduk dan patuh. Kini, di jaman modern ini “UANG TELAH
BERBICARA”.
Wassalamu’alaikum
Wr. Wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar